Home » Klinik & bedah » Apakah Leptospirosis pada Hewan Bisa Diobati dan Bagaimana Pencegahannya?

Apakah Leptospirosis pada Hewan Bisa Diobati dan Bagaimana Pencegahannya?

Sumber: http://www.vetstreet.com

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira sp. Penyakit ini dapat terjadi pada manusia dan hewan serta termasuk ke dalam salah satu penyakit zoonotik (penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya). Hewan yang dapat terinfeksi Leptospira yaitu tikus (serogrup icterohaemorrhagiae dan ballum), mencit (serogrup ballum), sapi, domba, babi dan anjing. Hewan yang menderita leptospirosis akan menunjukkan gejala  seperti demam, lesu, muntah, diare dan selaput lendir (mukosa) kuning (ikterus). Setiap strain menghasilkan level dan tipe penyakit (gejala klinis) yang berbeda. Pada hewan yang terinfeksi akut maka akan mengalami demam, menggigil dan otot melemas sebagai tanda-tanda awal. Kemudian muntah dan dehidrasi hebat. Gejala klinis leptospirosis sering berhubungan dengan penyakit ginjal, hati atau gangguan reproduksi. Melihat dari gejala yang timbul pada leptospirosis, maka tentunya timbul pertanyaan dari kita apakah leptospirosis pada hewan bisa diobati dan bagaimana pencegahannya?

Hewan yang terinfeksi Leptospira tentunya dapat sembuh jika segera diberikan pengobatan secara tepat. Namun, beberapa kasus hewan yang sembuh dari infeksi Leptospira ada konsekuensi jangka panjang termasuk kerusakan fungsi ginjal atau hati. Tindakan pencegahan terhadap leptospirosis pada hewan perlu dilakukan sedini mungkin agar dapat terhindar dari infeksi penyakit ini. Artikel beriku ini akan menjelaskannya secara rinci.

Baca juga mengenai:

Apa Itu Leptospirosis dan Bahayanya Terhadap Hewan

 

Pengobatan Leptospirosis

Leptospirosis dapat diobati dengan pemberian antibiotik. Ampicillin dengan dosis 20 mg/kg BB dapat diberikan untuk mengatasi penyebab utama leptospirosis yaitu bakteri Leptospira sp. Penicillin dan derivatnya adalah antibiotik pilihan untuk mengatasi infeksi Leptospira sp. Setelah kondisi dapat dikontrol, doxycycline sering digunakan untuk pengobatan dan mencegah terjadinya status carrier (pembawa). Selain antibiotik, dapat juga diberikan cairan infus (Ringer Dextrose) sebagai supportive therapy  untuk menyeimbangkan kondisi asam dan basa dalam tubuh sekaligus memulihkan tenaga hewan.

 

Pencegahan Leptospirosis

  1. Tindakan pencegahan leptospirosis dapat dilakukan dengan dengan melakukan vaksinasi. Vaksinasi pada hewan tersebut efektif dalam mencegah penyakit, tetapi tidak melindungi sepenuhnya. Imunitas yang terbentuk bersifat serovar spesifik sehingga hanya protektif terhadap serovar yang digunakan. Sampai tahun 2000 hanya ada vaksin dari dua serovar untuk anjing yaitu serovar canicola dan icterohaemorrhagiae. Sedangkan vaksin untuk sapi hanya tersedia untuk melindungi terhadap serovar Pomona, Hardjo dan Grippotyphosa dan untuk babi hanya serovar Pomona. Vaksinasi diberikan kepada hewan sampai hewan berumur enam sampai delapan bulan. Anjing yang memiliki resiko tinggi divaksinasi dua kali dalam satu tahun. Anak anjing belum dapat di vaksinasi sebelum berumur delapan minggu.
  2. Selain vaksinasi tindakan yang lain adalah mencegah hewan kontak dengan sumber infeksi termasuk sumber air yang terinfeksi, hewan liar sebagai reservoar, atau ternak yang terinfeksi / carrier.
  3. Pada hewan ternak yang baru datang ke peternakan hendaknya dilakukan Isolasi dengan melakukan karantina selama 4 minggu dan harus bebas leptospirosis.

Baca juga mengenai:

Pengobatan dan Pencegahan Infeksi Canine Distemper Virus

 

 

 

Sumber:

Acha PN, Szyfres B. 2001. Zoonoses and Communicable Disease Common to Man and Animals Volume I Bacterioses and Mycoses. Ed ke 3. Washington DC: Pan American Health Organization.

[CFSPH] Center for Food Security and Public Health. 2005. Leptospirosis. Iowa: Iowa State University.

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.

error: Content is protected !!