Home » Klinik & bedah » Apa Itu Scabies?

Apa Itu Scabies?

scabies-pada-kucing

Scabies pada kucing (http://www.catdandruffclinic.com)

Apa itu scabies?

Scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau (mite) Sarcoptes scabiei yang dicirikan dengan adanya keropeng, alopecia, dan kegatalan pada kulit.  Sarcoptes scabiei adalah tungau dengan ciri-ciri berbentuk hampir bulat dengan 8 kaki pendek, pipih, berukuran (300 – 600 μ) x (250 – 400 μ) pada betina, dan (200 – 240 μ) x (150 – 200 μ) pada jantan, biasanya hidup di lapisan epidermis. Permukaan dorsal dari tungau ini ditutupi oleh lipatan dan lekukan terutama bentuk garis melintang sehingga menghasilkan sejumlah skala segitiga kecil. Selain itu, pada betina terdapat bulu cambuk pada pasangan kaki ke-3 dan ke-4 sedangkan pada jantan, bulu cambuk hanya terdapat pada pasangan kaki ke-3.

Infeksi dari penyakit ini diawali dengan tungau betina atau nimfa stadium kedua yang secara aktif membuat terowongan (tunnel) di epidermis atau lapisan tanduk. Pada terowongan tersebut diletakkan 2 – 3 butir telur setiap hari. Telur menetas dalam 2 – 4 hari yang kemudian menjadi larva yang berkaki 6. Dalam 1-2 hari larva berubah menjadi nimfa stadium pertama kemudian berkembang menjadi nimfa stadium kedua yang berkaki 8. Nymfa ini menjadi tungau betina muda yang siap kawin dengan tungau jantan. Tahapan selanjutnya, akan berkembang menjadi tungau dewasa dalam 2 – 4 hari. Untuk menyelesaikan daur hidup dari telur sampai bertelur lagi diperlukan waktu 10 – 14 hari. Waktu yang diperlukan telur menjadi tungau dewasa kurang lebih 17 hari. Tungau betina yang tinggal di sebuah kantong ujung terowongan, 4 – 5 hari setelah kopulasi akan bertelur lagi sampai berumur lebih kurang 3 – 4 minggu.

 

Penularan scabies

Penularan scabies umumnya melalui kontak langsung dengan hewan sakit atau bahan tercemar seperti kandang, tempat pakan, tempat minum dan lain-lain. Umumnya bagian tubuh yang diserang adalah daerah yang sedikit ditumbuhi rambut seperti moncong, telinga, dada bagian bawah, perut, pangkal ekor, sepanjang punggung, leher dan kaki.

Sarcoptes scabiei adalah parasit menembus kulit kemudian menyerang limfe, dan akan memakan sel epidermal kulit. Aktivitas tungau jenis ini menghasilkan iritasi yang menimbulkan rasa gatal dan luka garutan, sehingga membuat suatu kondisi yang lebih buruk. Hewan yang menderita scabies menunjukan gejala klinis seperti merasa gatal, dan selalu menggaruk-garuk, menggosok-gosokkan atau menggigit-gigit bagian tubuhnya yang teriritasi sehingga terjadi luka-luka dan lecet-lecet tubuh. Dalam keadaan parah maka seluruh tubuh dapat terserang, peradangan pada kulit diikuti dengan adanya eksudat yang menggumpal dan membentuk keropeng pada permukaan kulit, selanjutnya dicirikan oleh keratinisasi yang berlebihan dan proliferasi jaringan penghubung, serta pada akhirnya kulit akan menjadi lebih tebal dan berkerut-kerut. Pada tempat-tempat tersebut biasanya rambutnya rontok sehingga terjadi kegundulan. Kerontokan rambut yang terjadi sebagai konsekuensi dari perubahan kulit dan kekurangan nutrisi.

Baca juga mengenai: Pengenalan Demodekosis Pada Anjing

 

Cara mendiagnosa scabies

Mendiagnosa scabies ini dilakukan melalui kerokan kulit pada keropeng sampai keluar darah dengan menggunakan scalpel. Berbagai jenis tungau penyebab kudis seperti Sarcoptes scabiei, bentuknya sangat kecil dan tersembunyi di bawah lapisan kulit bagian dalam tubuh inangnya. Oleh karena itu, pengumpulan atau pemeriksaan jenis tungau penyebab kudis harus dilakukan dengan cara mengerok bagian kulit inang yang memperlihatkan gejala kelainan. Untuk memperoleh bahan pemeriksaan yang cukup, pengerokan harus mengenai lapisan kulit bagian dalam, yang biasanya ditandai dengan sedikit perdarahan pada kulit.  Hasil kerokan kulit itu diberi beberapa tetes KOH 10% agar tungau terpisah dari reruntuhan jaringan kulit yang terbawa tersebut.  Setelah itu campuran tersebut diperiksa di bawah mikroskop compound.

 

Terapi scabies

Terapi yang dapat diberikan untuk scabies yaitu dengan pemberian antiparasitik seperti ivermectin melalui subkutan. Ivermectin merupakan obat yang digunakan sebagai antiparasitik yang bersifat neurotoksik yang berpotensial dalam menghambat neurotransmitter, GABA (Gamma Amino Butyric Acid). Pada parasit, GABA digunakan sebagai reseptor syaraf excitatory sehingga bila diberikan ivermectin akan menyebabkan paralisis syaraf pada tungau tersebut.

Baca juga mengenai: Gejala Klinis, Diagnosa dan Pengobatan Demodekosis pada Anjing

 

 

 

Sumber :

Barhoom  S and Dalaab AH. 2009. Clinico-pathological and Control Studies of Mange Caused by sarcoptes scabie in Naturally Infected Sheep and Goats Tulkarem Governorate. http: //www. blogs.najah.edu/htm. [ 31 Oktober 2009].

Hadi UK dan Soviana S. 2000. Ektoparasit: Pengenalan, Diagnosis dan Pengendaliannya. Bogor: IPB. P: 65-118.

Iskandar T. 2000. Masalah Skabies Pada Hewan dan Manusia serta Penanggulangannya. http://peternakan.litbang.deptan.go.id. [31 Oktober 2009].

Koteka (Kelompok Ternak Kampung).  2008. Kudis Menular (skabies). http://www.Koteka.blogspot.com/.[31 Oktober 2009].

Lapaga Goffrey.  1962.  Monnig’s Veterinary Helminthology and Entomology. 5th ed. London: Bailliere, Tindall and Cox. P: 516-528.

Subronto. 2006. Penyakit Infeksi Parasit dan Mikroba pada Anjing dan Kucing. Yogyakarja : Gadjah Mada University.

 

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.

x

Check Also

Ektoparasit yang Dapat Menyerang Kucing

Kucing dapat terinfeksi oleh agen penyakit terutama apabila tidak dipelihara dengan baik dan benar. Salah ...

error: Content is protected !!