Home » Klinik & bedah » Apa Itu Mastitis?

Apa Itu Mastitis?

mastitis

Sapi yang mengalami mastitis (http://www.teara.govt.nz)

Mungkin masih ada diantara kita yang belum mengetahui apa itu mastitis? Berikut ini akan dijelaskan mengenai  mastitis secara detail. Mastitis merupakan peradangan pada kelenjar susu atau ambing. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi tingkat kejadian mastitis di suatu peternakan. Lingkungan kandang yang bersih mengurangi kemungkinan terjadinya mastitis, selain itu tata cara pemerahan juga memegang peranan yang penting. Disamping faktor eksternal, faktor hewan juga berpengaruh pada tingkat insidensi. Induk dengan lebih dari 3 kali masa laktasi secara umum lebih rentan dari pada induk dengan jumlah masa laktasi yang lebih sedikit. Sapi ras Frissian Holstein juga lebih rentan terhadap kejadian mastitis daripada ras sapi lainnya.

Secara umum terdapat beberapa jenis bakteri penyebab mastitis. Mastitis yang terjadi 2 bulan pertama post partus umumnya disebabkan oleh Staphylococcus aureus, Streptococcus agalactiae, dan Streptococcus dyslactiae, sedangkan mastitis menjelang kering kandang biasanya dikarenakan infeksi oleh Corynebacterium bovis. Selain kedua jenis mastitis di atas, terdapat juga mastitis lingkungan, dimana kausa berada di lingkungan yang jauh dari badan hewan, yang disebabkan oleh bakteri Klebsiella dan Pseudomonas. Staphylococcus aureus umumnya menyebabkan kontagius mastitis dimana tingkat penularan antar ambing dan antar hewan tinggi serta kerusakan yang ditimbulkan pada jaringan ambing juga besar. Sembilan puluh persen dari mastitis terjadi akibat infeksi jalur ascendens yaitu bakteri masuk melalui puting, menghuni ductus lactiferus dan berbiak di ambing, sedangkan 10% sisanya merupakan infeksi dari jalur hematogen.

Secara klinis, mastitis dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu mastitis subklinis dan mastitis klinis. Mastitis subklinis tidak menunjukkan gejala secara klinis dan hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan jumlah sel somatis dan bakteri dalam susu yang dihasilkan oleh kuartir yang bersangkutan, sedangkan pada mastitis klinis dapat ditemukan perubahan pada ambing dan susu secara fisik. Pada mastitis akut dapat ditemukan kebengkakan ambing, erythema, ambing terasa panas dan sakit bila dipalpasi. Pada mastitis kronis umumnya konsistensi ambing keras dan atrofi akibat fibrosis. Susu yang dihasilkan oleh ambing yang meradang dapat bersifat encer sekali seperti air, pecah, menggumpal, bercampur nanah atau bercampur darah. Selain itu, jumlah yang dihasilkan juga menurun dari produksi normalnya.

Kasus mastitis yang akut dan perakut paling baik diterapi menggunakan antibiotik sistemik. Aplikasi antibiotik intramammary juga bisa dilakukan, namun pengobatan ini dapat menjadi tidak efektif akibat peradangan dan seringnya pengosongan susu dari kuartir yang sakit. Pada kasus mastitis kronis, umumnya hewan diafkir karena telah terjadi kerusakan jaringan ambing.

 

 

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.