Home » Info & Tips » 9 Penyebab Rambut Kucing Rontok

9 Penyebab Rambut Kucing Rontok

Sumber: http://www.vetstreet.com

Rambut merupakan bagian terpenting dari kucing. Rambut berfungsi untuk menutupi dan melindungi tubuh kucing dari cuaca panas dan dingin serta air hujan, sehingga tetap hangat. Bagi kucing yang hidup di alam bebas, warna dan corak rambut kucing juga berfungsi sebagai alat penyamaran yang sangat diperlukan untuk berburu maupun mempertahankan diri dari musuhnya. Walaupun warna,corak dan panjang rambut bervariasi antar satu jenis kucing dengan kucing lainnya (misalnya kucing persia berambut panjang sedangkan kucing siam berambut pendek), namun struktur anatomi rambut pada dasarnya tidaklah banyak berbeda. Rambut tersusun atas keratin, suatu senyawa protein yang muncul atau tumbuh dari dalam folikel rambut (folliculus pili) yang ada di dalam kulit. Pada setiap folikel rambut terdapat satu rambut utama (guard hair) yang dikelilingi lebih kurang 15 rambut tambahan (secondary hair). Setiap rambut mempunyai akar yang tertanam di dalam kulit dan batang yang nampak dari luar. Biasanya kucing mempunyai 4 macam rambut yaitu sebagai berikut:

  • Ground hair, terletak di lapisan paling bawah, berupa rambut lembut yang biasanya berombak atau cenderung keriting.
  • Guard hair, merupakan rambut pada lapisan atas yang berukuran lebih besar dan lebih panjang dibandingkan ground hair.
  • Awn hair, rambut ini lebih panjang dari ground hair akan tetapi lebih pendek dari guard hair.
  • Whisker, merupakan sekelompok rambut kaku yang terletak di moncong kucing (dekat bibir dan hidung), di atas mata serta di bagian belakang kaki depan.

Rambut kucing yang rontok tentunya tidak disukai banyak orang, karena dapat menempel dan berserakan dimana-mana terutama di baju/celana pemilik hewan, di kursi/sofa , karpet, kasur dan di lantai. Selain itu juga dianggap dapat menyebabkan alergi pada manusia.

Rambut kucing seringkali dijadikan penyebab utama alergi pada manusia. Banyak yang menduga bahwa alergi akibat kucing disebabkan oleh rambut kucing, namun sebenarnya alergi ini disebabkan oleh protein bernama Fel D1 yang dapat ditemukan pada kelenjar minyak pada kulit kucing, air liur kucing dan air seni kucing. Fel D1 bersama dengan dander (serpihan kecil kulit kering) yang terlepas pada saat kucing grooming (menjilat jilat) rambutnya yang kemudian tersebar dan menempel dalam jangka waktu yang lama pada tempat-tempat yang disukai kucing, misalnya: kasur,sofa,lantai, karpet, dll.

Kerontokan pada rambut kucing ada yang bersifat normal (fisiologis) dan ada yang merupakan suatu tanda yang abnormal. Kucing yang berumur 4-5 bulan sangat wajar mengalami kerontokan bulu karena pada umur tersebut kucing mengalami pergantian bulu. Kerontokan rambut kucing yang abnormal dapat menandakan suatu penyakit yang ada pada kucing seperti jamur dan parasit. Pada artikel berikut ini akan dijelaskan mengenai 9 penyebab rambut kucing rontok.

Baca juga mengenai:

Alopesia pada Hewan dan Penyebab Terjadinya

 

1. Kerontokan rambut yang normal

Kucing akan mengalami kerontokan rambut pada waktu tertentu, hal ini normal. Setahun sekali biasanya kucing akan mengalami kerontokan rambut yang banyak, namun akan cepat berganti dengan rambut baru. Kucing betina yang sedang birahi maupun bunting juga rentan mengalami kerontokan.

 

2. Kekurangan gizi

Penyebab rambut rontok pada kucing salah satunya karena kekurangan vitamin A, E dan protein. Nutrisi tersebut sangat dibutuhkan dalam pembentukan rambut kucing.

 

3. Salah memilih produk untuk mandi

Biasanya pemilihan produk shampoo yang salah saat kucing dimandikan dapat menyebabkan kerontokan rambut kucing. Sebaiknya jangan pilih shampoo dengan busa yang banyak. Biasanya shampoo dengan busa yang banyak mengandung kadar detergen yang tinggi sehingga dapat mengakibatkan iritasi pada kulit dan disertai kerontokan rambut pada kucing.

 

4. Alergi

Alergi merupakan salah satu penyebab utama kerontokan rambut pada kucing. Alergi pada kucing dapat disebabkan oleh makanan, gigitan serangga, obat, debu ataupun serbuk sari. Biasanya kucing yang mengalami alergi akan menjilat-jilat rambutnya, mengigit-gigit  bahkan mencakar hingga menjadi botak sebagai reaksi dari rasa gatal akibat alergi.

 

5. Parasit

Kutu, pinjal, tungau (ear-mites, demodex, scabies) merupakan parasit yang dapat menyerang kucing. Keberadaan parasit tersebut dapat menyebabkan rasa gatal sehingga kucing akan menjilat-jilat rambutnya bahkan sampai  mencakar-cakar tubuhnya terus menerus yang mengakibatkan kebotakan dan luka. Selain itu,  kutu dan pinjal merupakan parasit yang suka bermukim di bulu dan kulit kucing. Mereka mengambil nutrisi yang ada pada kucing lewat kulit sehingga nutrisi yang sangat dibutuhkan untuk kesehatan rambut kucing menjadi berkurang akibatnya rambut kucing menjadi rontok.

 

6. Jamur

Rambut kucing yang panjang akan sangat rentan terkena jamur apabila jarang di rawat dan ditambah lagi dengan kondisi rambutnya yang lembab sangat cepat sekali terserang jamur. Ringworm merupakan salah satu penyakit kulit akibat jamur yang sering menyerang kucing. Tanda-tanda infeksi ini adalah rontoknya rambut di beberapa bagian tubuh dan ditandai dengan ciri kulit merah melingkar seperti cincin.

 

7. Stress

Ketika kucing sedang stress, ia akan sering menggaruk dan menjilat badannya sehingga dapat memicu kerontokan rambut. Dokter hewan menyebutnya “psychogenic alopecia”. Kucing yang terkena gejala ini biasanya akan memilih bagian pada perut dan kaki untuk dijilat-jilat.

 

8. Pemberian vitamin yang berlebih

Pemberian vitamin dapat mengakibatkan kerontokan pada rambut kucing, kulit kering, mengelupas dan berkerak.

 

9. Penyebab lainnya

Sangat jarang terjadi, namun kerontokan rambut  dapat menjadi gejala adanya masalah pada sistem kekebalan tubuh, diabetes, tiroid atau kanker.

Baca juga mengenai:

Kenapa Kucing Harus Kita Grooming?

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.

x

Check Also

Cara Membedakan Kucing yang Terinfeksi Feline Viral Rhinotracheitis dan Feline Calicivirus

Feline viral rhinotracheitis (FVR) dan feline calicivirus (FCV) disebut juga penyakit flu kucing (cat flu). ...

error: Content is protected !!