Home » Patologi » 6 Tipe Nekrosa yang Harus Kita Ketahui

6 Tipe Nekrosa yang Harus Kita Ketahui

Tampilan morfologi jaringan nekrosa bervariasi, hal ini tergantung pada jaringan yang terlibat, penyebab kerusakan jaringan, dan hasil aktivitas litik di dalam jaringan yang mati. Klasifikasi lesio nekrosa memungkinkan ahli patologi untuk menggambarkan lesi dengan meminimalkan rincian yang berulang, tetapi lebih dari satu jenis nekrosa dapat dilihat pada suatu organ atau jaringan. Berikut ini tipe-tipe nekrosa yang dapat menggambarkan kompleksitas dari apa yang terjadi pada sel dan jaringan yang terlibat. Tipe-tipe nekrosa tersebut diantaranya sebagai berikut: nekrosa koagulasi, nerosa kaseosa, nekrosa mencair (liquefactive), nekrosa lemak, nekrosa fibrinoid dan gangren. Berikut ini akan dijelaskan masing-masing dari 6 tipe nekrosa yang harus kita ketahui.

 

1. Nekrosa koagulasi

Nekrosa koagulasi terjadi jika enzim-enzim litik dihambat oleh kondisi-kondisi lokal, sel-sel nekrotik masih mempertahankan bentuk dan jaringan akan mempertahankan ciri-ciri arsitekturnya. Penyebab utama dari nekrosa koagulasi yaitu penurunan suplai darah. Penghambatan aliran darah pada suatu jaringan akan menyebabkan terjadinya infark yang terlihat sebagai nekrosa koagulasi. Selain itu, bakteri eksotoksin dan toksin kimia juga dapat menyebabkan lesio ini.

Sumber: McGavin dan Zachary 2007

Gambar 1 Nekrosa koagulasi dan infark pada ginjal sapi

2. Nekrosa kaseosa

Nekrosa kaseosa berkaitan dengan lesi kronis karena degradasi lipid yang buruk yang berasal dari bakteri. Nekrosa kaseosa biasanya diikuti dengan kalsifikasi distrofik pada bagian tengah lesi. Nekrosa kaseosa yang dapat disebabkan oleh infeksi kronis dari bakteri seperti Mycobacterium tuberculosis, Corynebacterium tuberculosis atau dapat juga disebabkan oleh infeksi mikal seperti Aspergillus sp.

 

Sumber: McGavin dan Zachary 2007

Gambar 2 Perubahan makroskopis dan mikroskopis pada nekrosa kaseosa pada limfonodus akibat dari tuberkulosis

3. Nekrosa mencair (liquefactive)

Nekrosa liquefactive ditandai dengan tidak terlihat sama sekali sisa-sisa sel yang mengalami nekrosa. Hal ini terjadi karena jaringan yang nekrosa akan dicerna secara menyeluruh oleh enzim-enzim lisosom. Nekrosa liquefactive biasanya terjadi pada sistim saraf pusat (SSP) atau di otak karena pada jaringan otak memiliki banyak lisosom. Infark yang terjadi pada SSP atau jaringan otak akan menunjukkan tipe nekrosa liquefactive (malacia), meskipun sebelumnya juga terjadi nekrosa koagulasi.

Sumber: McGavin dan Zachary 2007

Gambar 3 Nekrosa liquefactive. Polioencephalomalacia akut pada otak kambing akibat defisiensi tiamin

 

4. Nekrosa lemak

Nekrosa lemak terjadi akibat trauma atau reaksi enzimatis pada jaringan lemak. Terdapat tiga jenis nekrosa lemak yaitu: nekrosa lemak enzimatik, nekrosa lemak traumatis, dan nekrosa lemak perut pada sapi. Nekrosa lemak enzimatik disebut juga nekrosa lemak pankreas, ditandai dengan kehancuran lemak di rongga perut dan biasanya berdekatan dengan pankreas oleh adanya aktivasi lipase pankreas dalam cairan pankreas yang telah melewati saluran sistem pankreas. Nekrosa lemak traumatik terlihat ketika jaringan adiposa dihancurkan, hal ini terjadi pada lemak yang berdekatan dengan canal pelvis sapi yang distokia dan pada jaringan subkutan yang terluka atau cidera, misalnya lemak subkutan dan intramuskular di atas sternum dari sapi yang berbaring. Nekrosis lemak perut pada sapi ditandai dengan masa nekrotik lemak yang besar pada mesenterium, omentum, dan retroperitoneal. Penyebabnya tidak diketahui secara pasti dan mungkin tidak terdeteksi tanpa nekropsi. Pada kasus yang ekstrim lemak mesenterika dapat mengelilingi usus dan menyebabkan stenosis.

Sumber: McGavin dan Zachary 2007

Gambar 4 Nekrosa lemak tipe enzimatik pada pankreas anjing

5. Nekrosa fibrinoid

Nekrosa fibrinoid merupakan nekrosa yang terjadi pada penyakit autoimmun. Nekrosa fibrinoid harus dibedakan dengan fibrous atau fibrinosa. Fibrous dikaitkan dengan disposisi kolagen (produk dari fibroblast), sedangkan fibrinosa berkaitan dengan disposisi fibrin (produk dari bekuan darah). Nekrosa fibrinoid ditandai dengan disposisi imunoglobulin dan bahan nekrosa pada dinding pembuluh darah yang secara mikroskopis tampak sebagai endapan homogen berwarna eosinofilik.

 

6. Gangren

Gangren disebut juga dengan nekrosa koagulatif, biasanya terjadi karena berkurangnya suplai darah dan disertai dengan pertumbuhan bakteri saprofit berlebihan. Gangren terjadi di jaringan nekrotik yang terpapar bakteri hidup. Keadaan ini sering terjadi pada ekstremitas atau segmen usus yang menjadi nekrotik. Terdapat dua tipe gangren yaitu gangren basah dan gangren kering.

 

 

 

Sumber:

McGavin MD, Zachary JF. 2007. Pathologic Basis of Veterinary Disease. Edisi ke-4. USA: Mosby Elsevier.

Price SA, Wilson L M. 2006. Patofisiologi. Edisi VI. Volume I. Jakarta: EGC.

Shapiro LS. 2010. Pathology and Parasitology for Veterinary Tecnicians. Edisi ke-2. USA: Delmar.

 

 

 

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.
x

Check Also

Tipe Nekrosa Lemak dan Perubahan Histopatologinya

Nekrosa lemak terjadi akibat trauma atau reaksi enzimatis pada jaringan lemak. Terdapat tiga jenis nekrosa ...