Home » Info & Tips » 5 Manfaat Susu Fermentasi Bagi Kesehatan

5 Manfaat Susu Fermentasi Bagi Kesehatan

Susu fermentasi merupakan salah satu produk olahan susu, yang diperoleh melalui proses fermentasi mikroorganisme tertentu sehingga dihasilkan susu asam.  Proses fermentasi yang berlangsung dapat melibatkan mikroorganisme tunggal maupun campuran dari spesies bakteri ataupun khamir. Fermentasi yang terjadi mengubah laktosa dalam susu menjadi asam laktat. Namun, ada beberapa jenis susu fermentasi lain juga melibatkan fermentasi alkohol.

Mikroorganisme yang digunakan dalam susu fermentasi mampu menyehatkan saluran pencernaan manusia, sebagai contoh bakteri asam laktat, seperti Lactobacillus, Lactococcus, dan Leuconostoc. Bakteri tersebut berperan sebagai suplemen mikroba hidup yang memberikan efek positif terhadap manusia dan hewan dengan memperbaiki keseimbangan mikroflora usus. Habitat aslinya yaitu usus manusia maupun hewan.

Susu fermentasi memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kandungan mikroorganisme mampu memfermentasikan asam laktat pada bahan dasar susu yang kemudian diubah menjadi substansi yang fungsional. Berdasarkan hasil penelitian menyatakan bahwa, hubungan antara mikroflora usus dengan manusia (host) bersifat simbiosis mutualisme, dengan penggunaan susu fermentasi akan mendukung peranan mikroflora usus di dalam tubuh.

Mikroorganisme dalam susu fermentasi telah terbukti secara klinis dapat menyehatkan saluran pencernaan manusia. Mikroorganisme tersebut berfungsi sebagai suplemen mikroba hidup yang memberikan efek positif terhadap manusia dan hewan dengan memperbaiki keseimbangan mikroflora usus. Habitat aslinya yaitu usus manusia maupun hewan. Dari dalam usus bakteri ini membantu meningkatkan kesehatan kita dengan cara mengaktifkan sel-sel kekebalan, meningkatkan jumlah bakteri berguna, dan mengurangi jumlah bakteri yang merugikan. Masih banyak lagi manfaat susu fermentasi bagi kesehatan. Berikut ini akan dijelaskan mengenai 5 manfaat susu fermentasi bagi kesehatan yaitu sebagai berikut:

1. Membantu menjaga kesehatan traktus gastrointestinal dan membantu penyerapan nutrisi.

Saluran pencernaan yang sehat harus memiliki cukup banyak bakteri yang menguntungkan yamg hidup di dalamnya. Kebiasaan makan yang kurang baik dan konsumsi obat-obatan dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan jumlah bakteri baik berkurang sehingga keseimbangan mikroflora dalam usus terganggu. Jika hal ini terjadi akan terjadi diare dan kembung. Bakteri asam laktat pada susu fermentasi dapat membunuh bakteri jahat dan meningkatkan keasaman pada usus.

Probiotik yang ada pada susu fermentasi akan memodulasi komposisi mikroflora usus. Mikroba yang dimasukkan ke dalam tubuh akan bertahan pada bagian-bagian dari gastrointestinal yang berbeda, tergantung dari jenis strain mikroba yang digunakan. Berkaitan dengan konsentrasi koloni mikroba,  mikroba tersebut sejak masuk ke dalam traktus gastrointestinal akan berkontribusi dalam memodulasi ekologi mikroflora usus. Perubahan ekologi mikroflora usus akan terjadi beberapa hari setelah mengkonsumsi susu fermentasi cair, dimana hal ini tergantung pada frekuensi dan dosis dari strain mikroba untuk memodulasi fungsi traktus gastrointestinal.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan tentang konsumsi susu fermentasi cair, menunjukkan bahwa secara bertahap mikroba akan berkolonisasi di usus besar. Mikroba tersebut akan memfermentasikan laktosa menjadi asam laktat, sehingga akan menurunkan pH usus. Kondisi ini tidak menguntungkan bagi bakteri patogen, sehingga akan mengurangi jumlah bakteri patogen di usus, yang kemudian akan secara langsung dikeluarkan melalui feses. Strain mikroba akan membantu reaksi enzimatis dari mikroflora usus sehingga dalam kondisi asam penyerapan nutrisi dan mineral akan lebih baik dan lebih cepat

Baca juga mengenai: 5 Jenis Susu Fermentasi Cair yang Bermanfaat Bagi Kesehatan

 

2. Mencegah diare dan mencegah konstipasi

Mekanismenya yaitu menghambat pertumbuhan dan menghambat adhesi ke dinding usus dari kuman penyebab diare, seperti Salmonellae, Shigella, Klabsiella dan Staphylococcus yang masuk ke dalam usus. Bakteri asam laktat juga memproduksi asam laktat, yang mampu merangsang gerak peristaltik usu, sehingga mudah buang air besar.

 

3. Mengurangi racun tubuh

Mikroba pada susu fermentasi menghasilkan asam organik, hidrogen peroksida, karbondioksida dan acidolin yang bersifat antimikroba. Bakteri ini mampu mengikat senyawa racun hasil metabolisme protein dan lemak, serta hasil pemecahan enzim tertentu, sehingga meringankan tugas organ hati.

 

4. Meningkatkan kekebelan tubuh

Mikroba pada susu fermentasi mampu menstimulir sistem kekebalan tubuh.

 

5. Susu fermentasi baik untuk penderita lactose intolerance

Penderita laktose intoleran biasanya menjadi kembung karena hasil metabolisme E. Coli adalah H2 dan CO2. Laktosa ini merupakan salah satu kandungan gula susu. Untuk dapat dicerna, laktose harus dihidrolisis oleh enzim laktase menjadi glukosa dan galaktosa sehingga mudah diserap. Pada susu fermentasi laktose sudah dipecah selama proses fermentasi sehingga baik untuk penderita laktose intolerance.

Susu fermentasi seperti yoghurt, kefir, dll. selain dapat mencegah diare, juga berperan aktif pada kesehatan. Laktosa di dalam tubuh, umumnya susah diurai. Meski ketika bayi kaya enzim pengurai laktosa, yakni lactase (B-galaktosidase) sehingga mampu memanfaatkan ASI, namun enzim tersebut akan berkurang sejak masa penyapihan hingga tinggal 10% ketika dewasa.

Karena tidak terurai, butiran laktosa akan tertinggal di muka lubang usus halus dan menyerap banyak air dari sekitarnya sehingga menimbulkan diare. Ada kalanya sebelum keluar, ia tertahan di kolon dan diurai oleh bakteri penghasil gas (CH4, CO2, H2). Akibatnya, perut menjadi kembung sehabis minum susu non-fermentasi lebih segelas besar (300ml) per hari.

Proses fermentasi oleh bakteri penghasil asam laktat (BAL), laktosa akan terurai menjadi glukosa dan galaktosa yang mudah diserap tubuh. Jika BAL (khususnya spesies Lactobacillus casei, Lactobacillus acidophilus, dan Bifidobacteium sp) tetap hidup dalam saluran pencernaan, peruraian laktosa akan terus berlanjut. Jadi, minum susu fermentasi akan menaikkan nilai toleransi terhadap laktosa.

 

Gambar 1 Probiotik pada susu fermentasi dapat meningkatkan pertahanan epitel usus dan memperbaiki keseimbangan mikroflora usus

Gambar 2 Manfaat probiotik pada susu fermentasi bagi kesehatan

Baca juga mengenai:

10 Manfaat Kefir Bagi Kesehatan

 

Sumber:

Erasmus Edo.2007. Microflora in the Intestinal Tract. www.florahealth.com/Flora/ Home/canada/ Products. [31 Januari 2017].

Murti TD. 2003. Analisa pH, keasaman dan kadar laktosa pada yoghurt, yakult dan kefir. http://www.milkordie.blogspot.com [31 Januari 2017].

Sari Nurul. 2007. Trend dan Potensi Susu Fermentasi. http://www.acbiinfodetail. php%20calpico.htm. [31 Januari 2017].

Sudarmo MS, Ranuh RG, Soeparto P, Djupri LS. 2006. pemeliharaan ekosistem mikrobiota normal pada usus. http://www.pediatrik.com/ ilmiah_popular/ 20060220-bqspcr-ilmiah_popular.doc [31 Januari 2017].

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.

x

Check Also

5 Jenis Susu Fermentasi Cair yang Bermanfaat Bagi Kesehatan

Susu fermentasi merupakan salah satu produk olahan susu, yang diperoleh melalui proses fermentasi mikroorganisme tertentu ...

error: Content is protected !!