Home » Farmakologi » 5 Hal yang Harus Dipertimbangkan Dalam Memilih Obat Antibakteri

5 Hal yang Harus Dipertimbangkan Dalam Memilih Obat Antibakteri

Obat antibakteri hanya boleh digunakan apabila bakteri penyebab infeksi telah didiagnosa dengan tepat. Jangan memberikan obat antibakteri untuk setiap masalah klinis pada hewan tanpa ada diagnosa yang jelas mengenai agen penyebab dari infeksi dari suatu penyakit. Hal ini berguna agar menghindari terjadinya resistensi dari antimikroba. Jika memungkinkan, sebaiknya dokter hewan melakukan pengujian laboratorium dari sampel eksudat, urin atau aspirasi dari tempat yang terinfeksi untuk menentukan jenis bakteri apa yang menginfeksi (Gram positif atau Gram negatif). Namun pengujian laboratorium ini sering menemui kendala dalam hal keuangan dan membutuhkan waktu dalam pengujiannya. Oleh karena itu, dokter hewan harus memilih obat antibakteri berdasarkan mikroorganisme patogen yang paling mungkin menginfeksi pasien berdasarkan diagnosa yang tepat. Berikut ini 5 hal yang harus dipertimbangkan  dalam  memilih obat antibakteri yaitu sebagai berikut:

 

1. Luas spektrum antibakteri

Obat yang lebih selektif umumnya lebih disukai karena mereka cenderung lebih kecil kemungkinan untuk mengganggu mikroflora normal di dalam tubuh. Selain itu, ketergantungan pada kebiasaan memberikan antibakteri yang berspektrum luas menunjukkan rendahnya standar diagnosa dari dokter.

 

2. Harga obat

Beberapa obat antimikroba ada yang mahal harganya. Hal ini dapat menghalangi pemilik hewan untuk mengobati hewannya terutama pada anjing ras besar. Sebagai alternatif, dokter hewan dapat memberikan obat antibakteri yang harganya lebih murah meskipun efisiensi atau efektifitas obat tersebut mungkin lebih rendah. Keputusan ini harus dikonsultasikan dengan pemilik hewan.

 

3. Toksisitas

Sebagian besar obat antibakteri penggunaannya relatif aman apabila diberikan dengan dosis yang tepat. Namun, kita harus mengetahui potensi efek yang merugikan dari setiap obat antibakteri yang digunakan. Misalnya, hipersensitivitas sulfonamide pada anjing ras Doberman, nefrotoksisitas dari gentamisin, eritromisin memberikan efek negatif pada gastrointestinal. Selain itu, kita juga harus mengetahui tindakan apa yang mungkin dilakukan untuk memperbaiki reaksi yang merugikan dari antibakteri tersebut seperti pemberian doksisiklin secara oral bersama dengan makanan.

 

4. Penyakit yang dapat menyertai setelah pemberian obat antibakteri

Pasien yang memiliki penyakit ginjal dan hati dapat meningkatkan resiko keracunan dengan beberapa obat antibakteri. Hal ini dapat disebabkan karena obat antibakteri yang digunakan dapat merusak organ-organ tersebut lebih lanjut serta dapat juga karena gangguan ekskresi atau metabolisme dari obat tersebut atau terjadinya penumpukan metabolit dari obat tersebut sampai pada tingkat yang beracun bagi tubuh.

 

5. Pasien bunting atau pasien neonatal

Perhatian khusus dalam pemberian antibakteri diperlukan pada pasien bunting dan pasien neonatal karena efek samping dari obat dan kebutuhan dosis individual yang harus sesuai.

 

 

 

Sumber:

Maddison JE, Page SW, Church DB. 2008. Small Animal Clinical Pharmacology. Edisi ke-2. Philadelphia: Saunders Elsevier.

Rock AH. 2007. Veterinary Pharmacology A Practical Guide for The Veterinary Nurse. UK: Elsevier.

About Debby Fadhilah

Keahlian saya dibidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat (penyakit zoonotik) serta dibidang higiene pangan dan keamanan pangan (food safety) terutama pangan asal hewan. Saya juga sebagai Tenaga Ahli untuk pangan di PT. ASRInternasional Indonesia.

x

Check Also

Dosis Obat Antibakteri pada Anjing dan Kucing

Dosis obat antibakteri yang umum digunakan untuk mengobati infeksi pada anjing dan kucing didasarkan pada ...

error: Content is protected !!